Pada tahu ke-4 perkawinan kami, orang tua kami mulai bertanya kapan kami bisa memberi mereka cucu. Aku dan Riyanti hanya bisa menjawab segera mungkin, padahal dlm hati kami menangis karena telah berbohong pada orangtua kami berdua.Suatu hari aku entah darimana mendapat ide gila, dan ketika kusampaikan pada istriku seperti yg sdh kuduga ia menolak m